Monday, 29 April 2013

Tegurilah aku

" Menjelang wafat, " Umar memberikan penilaian pada keenam calon penggantinya, termasuk 'Ali, dengan pengenalan yang jujur dan amat terus terang.

" Apakah kalian bermabisi  untuk menjadi khalifah setelahku?"

Semua yang hadir diam takut. Tapi merek melihat Umar menyerigai. Ketika dia berteriak, rupanya darah menyembur dari lukanya.

.....


"Adapun engkau Zubair, adalah orang yag cepat terbakar amarah, sempit dada dan penuh ambisi. Engkau seoarang mukmin disaat ridha, dan sekaligus seorang kafir di saat murka. Sehari sebagai manusia dan sehari sebagai syaitan. Bisa  jadi jika aku memilihmu dan menyerahkan khalifah kepadamu, niscaya
engakau akan berbuat aniaya bahkan meski hanya pada satu mud gandum. Pikirkanlah, hai Az Zubair, jika aku memasrahkan padamu, siapa yang akan menjadi pemimpin bagi manusia pada hari engkau menjadi syaitan dan pada saat kemurkaanmu meledak? Demi Allah, Dia takkan menyerahkan urusan ummat Muhammad ini kepadamu sedang dalam dirimu masih bersemayam sifat-sifat ini."

- Petikan : Siapa yang mengenali kita, dalam dakapan ukhuwwah -Salim A. Fillah-


Aku butuh nasihat, aku kepingin teguran.
Tegurilah aku....


Friday, 26 April 2013

up, up high!

Muslims are the people of vision!

Up,up high!


Nothing much to say!

Just beat the limitation and let the jannah be yours!

huge dose of passion, absolute doa....

yosh!

Wednesday, 17 April 2013

ol'

Bismillah

Assalamualaikum wr wb.

After so long..

Sekarang dalam mood psychiatry!
Subjek yang penuh liku-liku. Bila aku belajar psychiatry ni, sering kali aku teringat catitan Syed Qutb. Di mana jiwa manusia ini ibarat labyrinth. Yang bila diteroka dan diteroka pastinya, kita akan menemui jalan yang lainnya.

Manusia ni sangat unik. Makin dikorek, makin diterokai, makin rumit sebenarnya.
Hidup ini, sebenarnya kita sedang mencari erti kedewasaan.

Belajar dewasa dalam memahami erti hidup.
Belajar menggalas tanggung jawab.
Belajar mix ad miggle
Belajar untuk beri dan ambil.

Dan pastinya jalannya bukan selurus dan mudah.

Jalannya penuh papan tanda yang kadang-kala kita tak pasti bagaimana mahu di-interpretasi-kan.
Penuh cabang-cabang yag perlu dipilih.
Banyak dan banyak sangat kan.

Sebab tu, bila kita mahu commit dan all out dalam mengenali mausia (baca : tarbiyyah). Jalan nya sangat susah. Sebabnya kita tengah dealing dengan manusia yang hakikatnya sangat complex. Deeeeeeeeeeep inside, ada berjuta-juta rahsia yang hakikatnya, si empunya hati itu sendiri sedang menerokainya.

Hakikat membentuk, mengadun dan mencorakkan peribadi, lebih mecabar.

Namun, insya Allah, selagi kita bermain dengan peraturan yang sepatutnya, jiwa manusia itu bisa dilenturkan.
Rahsianya ada dalam al Quran!

Kenalilah dalamilah ..

=)

p/s : hati kelam cari solusi. tak jumpa solusi lagi.
Bahasa badan yang tak mampu diinterpretasikan.

p/ss : Godek belog orang.


Sunday, 10 March 2013

lifelong internalisation


2 words - simple to understand but life-long to internalise it.

Yet, i'm happy that i'm on the track to internalise it.

Alhamdulillah. 

Cari yang lain, Allah temukan dengan yang lain.

Still counting, 6 years alhamdulillah, yet insya Allah life-long to be with Mr and Mrs DnT


Thursday, 7 March 2013

" Kau tahu kenapa aku memilih untuk terbang jauh," Qila bertanya. Matanya menghala ke lautan membiru.

"hmmm...kenapa?" Tanya Sya ringkas.

" Kerna aku mahu lari dari kehidupan ini," Tak beriak waja Qila. Masih tenang.

Sya termenung. Kaget dengan pertanyaan Qila. Sahabatnya yang sangat disayanginya itu, sepertinya ada rahsia yang mahu diungkapkan.

Gadis misteri itu, pastinya banyak ceriteranya. Kadang-kala Sya buntu dengan sikap teman baiknya itu. Terlalu dingin untuk didekati, terlalu memandam rasa, terlalu perahsia orangnya.

Amat jarang sekali, rahsia di  hati dikongsikan kepada sahabat-sahabat.

Sya merenung Qila, yang masih tak berganjak dari memandang ombak yang bertalu-talu memukul pantai. Seakan itulah gelojak di hatinya. Rahsia labyrith hatinya belum pernah diungkapkan pada siapa pun. Terlalu payah, untuk bercerita, terlalu payah untuk keluar dari belon ciptaannya sendiri.

6 tahun berlalu. Dia masih ingat saat pertama, dipasangkan impian beribu remaja sepertinya. Ingin terbang bebas. Tapi tujuannya bukan seperti mereka. Dia ingin terbang jauh. Jauh dari masa silamnya. Jauh dari bayang-bayang mereka yang pernah hadir dalam hidupnya. Jauh dari segalanya.
Seakan-akan melarikan diri itu satu penyelesaian. Iya, baginya ianya sebegitu.

.....